Healing
SEFT QUANTUM HEALING

SEFT QUANTUM HEALING
Masya Allah.... Kontan dan respek...( bahkan saya sendiri juga bingung ...ehmm..ini benar saya yaa) Langsung dengan tenangnya saya berkata," Mohon maaf ibu, sakit paru-parunya sudah cukup lama yaa, ini dari pola orang-orang dekat terutama dalam keluarga merokok dengan bebasnya, begitu juga diabetnya, dari pola kehidupan dan makan ibu yang dulunhingga sekarang pun tidak mau dikontrol". Yaa Allah...kenapa tidak ada yang menyadari semua ini.. Rokok sudah membuat keluarga ini sakit, yang jadi korban bukan perokok aktif, tapi justru yang tidak merokok, alias perokok pasif.

SEFT QUANTUM HEALING
Assalammualaikum...
Kusapa para sahabatku dengan salam.
Bismillahirrohmanirrohim...
Kumulai cerita ini ,hanya sebagai sharing pengalaman yang telah kujanjikan...

Dua minggu yang lalu saya kedatangan seorang ibu beserta anaknya yang sedang mengandung 5 bulan.
Ketika datang Si Ibu seperti acuh tak acuh dengan sikapnya, ketika ditanya oleh saya, dijawab sekedar,seperti keterpaksaan.

Nggak menjadikan masalah untuk saya, because karena kedatangan mereka terutama ibu tersebut karena dipaksa oleh anaknya dan atas saran dari seorang dokter pula mereka datang.
Kebetulan dokter yang dimaksud adalah teman baik saya yang juga seorang sefter.

"Dokter menyarankan untuk datang kesini, dan harus bertemu dengan Bu Voni," ungkap anaknya ketika memulai percakapan.

"Ibu saya ini sudah tidak punya harapan dan semangat untuk berobat kemanapun, dan beliau juga punya trauma dengan pengobatan, sehingga setiap mau pergi, udah keburu sakit kepala dulu karena ketakutan, " ungkap anaknya.

Saya balik bertanya kepada ibu tadi, karena dari tadi tidak mengacuhkan pernyataan anaknya kepada saya.
"Ibu sebenarnya dengan dokter, di diagnosa sakit apa?,"tanya saya.

"Sakit paru-paru dan diabetes," jawab ibu tersebut.
Sudah lama ibu derita sakit tersebut??," balik saya bertanya.
Sakit paru-paru saya sudah 7 tahun, dan diabetes sudah 20 tahun, jawabnya.

Ketika beliau datang, memang menunjukkan sikap yang kurang bersahabat bahkan kata-kata beliau termat ketus dan sering mematahkan kalimat-kalimat saya yang belum selesai diucapkan.

Ibarat kata "Ngeyel tingkat tinggi".
Bahkan anaknya sering celutuk, " Mama nih, sering diberitahu nggak mau dengar, hingga kami bosan bahkan letih mengingatkan, kami ini para anaknya nggak ada yang di dengarnya, siapa tau dengan Bu Voni, mama ini mau luluh hatinya.

Saya hanya terus istiqfar dalam hati...
Vibrasi hati...mencoba koneksi sama hatinya ibu tadi, "Yaa Allah, apalah dayaku, aku yang lemah ini hanya butuh uluran kasih dan cintamu, lembutkan hati ibu ini, bantu aku yaa Robbi..ku mohon bimbingan dan Ridho-Mu.

Intuisi berjalan seiring doa, nggak ada rencana atau planning apapun dalam hati ini, untuk bicara atau ingin berkata apapun bahkan bergerak untuk berbuat sesuatu pun, semuanya tidak direncanakan .

Masya Allah....
Kontan dan respek...( bahkan saya sendiri juga bingung ...ehmm..ini benar saya yaa)
Langsung dengan tenangnya saya berkata," Mohon maaf ibu, sakit paru-parunya sudah cukup lama yaa, ini dari pola orang-orang dekat terutama dalam keluarga merokok dengan bebasnya, begitu juga diabetnya, dari pola kehidupan dan makan ibu yang dulunhingga sekarang pun tidak mau dikontrol".

Saya juga terkejut dengan apa yang saya ucapkan sendiri.
Namun saya tidak menunggu lama, pembenaran ucapan tadi langsung dibenarkan oleh anak ibu tersebut.

Di rumah yang merokok ramai, dari ayah, adik laki-laki, keponakan, dan 2 menantu nya merokok semauanya, meski tau ibunya akut sakit diparu-paru.
Bahkan anak ibu tadi yang dalam keadaan hamil , sudah hampir satu bulan ini, juga batuk berkepanjangan, padahal sudah minum obat dan berobat kedokter namun belum sembuh, dan ternyata juga....cucu beliau terkena asma, yang sering di uap dengan alat Nebolizer...

Yaa Allah...kenapa tidak ada yang menyadari semua ini..
Rokok sudah membuat keluarga ini sakit, yang jadi korban bukan perokok aktif, tapi justru yang tidak merokok, alias perokok pasif.

Saya sempat terdiam dan menarik nafas, namun anak ibu tadi melanjutkan kembali, ibunya dari muda hingga sampai sekarang pun tidak suka minum air putih apalagi air hangat, beliau sukanya minuman air teh manis yang dikasih es,
Tidak suka minum jamu, itupun terpaksa minum jamu hanya disaat melahirkan, hampir tiap hari buat kolak, air sirup,makanan lauk yang bersantan.

Ibu kalau tidak mau mengatur pola makannya, nggak ada gunanya ibu berobat kemanapun dan dengan cata apapun, sampai dokter nyelutuk ke ibu saya. "Umur ibu seperti sudah 70 tahunan padahal ibu baru 56 tahun.

Saya tidak menunggu waktu lagi, langsung, Hari itu juga saya terapi hati ibu agar mau menerima kondisi fisiknya dulu, serta melembutkan hati agar mau mendengarkan kebaikan untuk dirinya.
Ketika selesai prosesing...
Biasa saja reaksinya, namun yang nampak terlihat "sikapnya" mulai bersahabat, tidak ngenyelan, bahkan cenderung diam mendengarkan apa yang saya sampaikan.

Seminggu kemudian setelah pertemuan pertama, ketika datang, ibu tadi sudah mulai sumringah tersenyum.
Kalau pertama senyumnya terkesan terpaksa dan sinis, Alhamdulillah..sekarang lebih lepas, apa adanya, tiada keterpaksaan.

Saya menggunakan tehnik Quantum SEFT ketika pertemuan kedua untuk fisiknya.
Tubuhnya yang ringkih , hanya tinggal kulit dan tulang membuat hati saya miris juga, karena untuk menyentuhkan kedua telapak tangan saya ke belakang punggungnya, sempat membuat saya tidak tega.

Ternyata dugaan saya salah, tiba-tiba beliau berkata disaat proses ," Bu Voni, terasa nyaman sekali, seperti ada hawa hangat yang masuk kedalam badan saya, menjalar keseluruh persendian, dan saya mau di obatin terus seperti itu.

Alhamdulillah...ucap putrinya mendengar ibu nya berkata seperti itu.
Saya agak bingung dengan ucapannya, ketika saya pandangi putri ibu tadi, seolah-seolah dia mengerti tatapan saya.
Kemudian putrinya berkata, "Mama trauma bu Voni ,karena pengobatan yang sering dijalani, membuat beliau kesakitan, berteriak sakit, dan merasa jera untuk kembali pengobatan alternatif yang sebenarnya harus dia jalani beberapa kali.

Namun kenyataannya, saya merasakan justru kebalikannya, energi ditelapak tangan saya seperti menyedot hawa dingin sampai terasa ketulang saya, namun beliau merasakan energi panas didalam tubuhnya,...Masyaa Allah....

Setelah prosesing, terlihat wajah ibu tadi seperti ada ronanya, yang memang awalnya pucat pasi, seperti tidak dialiri darah.
"Semua atas kuasa-Mu yaa Allah.
Tundukkan hatiku,pikiranku dan tubuhku hanya karena-Mu,amien ( ucapku ketika melihat perubahan pada ibu tadi).

Tak lupa kumasukkan program hope untuk dijalani beliau, dan pesan untuk putrinya, "Jika keluarga anda masih sayang ibu, tolonglah merokok, jauh-jauh dari ibumu, jangan didalam rumah.

Ucapan terima kasih berkali-kali dari mulut ibu tadi, sambil beliau berkata, "semoga lewat ibu, saya bisa segera sembuh, doakan saya yaa, bu Voni."

Bukan saya yang menyembuhkan, ibu, tapi Allah, namun untuk sementara ibu harus banyak pantangannya yaa, jika ibu mau kembali bugar dan sehat, serta jalani program yang harus ibu lakukan, saya juga mohon maaf bila ada kata-kata yang keras dan membuat ibu tersinggung.

Beliau pulang dengan tersenyum, dan saya pun menunggu evaluasi di minggu berikutya, serta komitment yang harus dijalankan ibu tadi untuk kembali sehat.

Thank you Yaa Robbi, atas karunia indah-Mu dengan berbagi manfaat untuk sesama And Thank you Pak Faiz atas ilmu SEFT saya peroleh.
Semoga Allah meridhoi setiap langkah hambanya untuk kebaikan.
Amien..amien...yaa Allah.
Daun pandan, daun salam, saya haturkan terimakasih dan wassalam.

Voni.seftcenter.com









Healing Lainnya
Membahagiakan anak dengan apa yang dia suka dan inginkan (True Story)
Membahagiakan anak dengan apa yang dia suka dan inginkan (True Story)
Jum'at, 05 Juni 2015 11:18 WIB
Tulisan ini terinspirasi setelah saya melihat video Azka Corbuzior di Youtube. Benar sekali Azka adalah anak Dedy Corbuzier pesulap hebat dari Indonesia.
​Ancaman bahaya rokok yang perlu Anda ketahui !
​Ancaman bahaya rokok yang perlu Anda ketahui !
Jum'at, 05 Juni 2015 11:41 WIB
Banyak orang paham bahwa merokok sangat buruk untuk kesehatan, hanya tidak banyak orang paham bahwa itu benar-benar buruk untuk kesehatan,
​Taukah Anda tentang Fakta Rokok ini?
​Taukah Anda tentang Fakta Rokok ini?
Jum'at, 05 Juni 2015 13:59 WIB
Tentu Anda mengenal rokok. Iya benar, benda kecil dengan bentuk memanjang ini seringkali kita temukan di toko - toko, dibalik saku celana juga diselipan mulut seseorang.