Tentang SEFT
Penerapan dan Manfaat SEFT

Aplikasi teknik & metode SEFT dapat dirasakan langsung oleh diri sendiri sebagai pengembangan diri, hubungan dan keluarga, prestasi sekolah, organisasi, bisnis, pengembangan prestasi olahraga dan sebagainya



Individu (Pengembangan diri)
Beberapa orang berhenti untuk mengembangkan dirinya hanya karena tidak dapat mengatasi satu atau beberapa masalah pribadinya. Seringkali kita memilik “PR” pribadi yang tak kunjung terselesaikan seperti trauma masa lalu, kebiasaan buruk, takut mengambil resiko dan berbagai masalah lainnya.
SEFT membantu kita membebaskan diri dari masalah-masalah pribadi yang belum terselesaikan atau tertunda terlebih konflik batin yang belum usai. Setelah “emosi” kita tuntas maka tentu dengan mudah kita melangkah lebih jauh mengembangkan potensi diri secara optimal dan menjadi manusia paripurna.
 

Keluarga (Hubungan Suami – Istri dan Mengasuh Anak)
Kebahagiaan atau kepedihan dalam keluarga sebagian besar berkaitan dengan “hubungan” antara Suami – Istri dan Orang tua – Anak. Demikian SEFT menjadi alat bantu yang bermanfaat untuk membangun hubungan yang kokoh. Penggunaan SEFT dengan menetralisir emosi negative yang seringkali timbul dalam keluarga, misalnya
  • Rasa cemburu yang berlebihan
  • Mudah tersinggung atau mudah marah
  • Rasa kecewa karena pasangan atau anak tidak bersikap seperti yang kita harapkan
  • Posesif
  • Hilangnya romantisme atau rasa cinta
  • Ingin berselingkuh
  • Anak yang tidak mau menurut
  • Remaja yang memberontak
  • dsb
 

Sekolah (Guru, Pelajar dan Mahasiswa)
SEFT sangat bermanfaat untuk guru, pelajar, dosen dan mahasiswa untuk menyelesaikan berbagai masalah yang bersangkutan dengan pendidikan. Misalnya :
  • Guru atau Pebimbing konseling (BK) dapat mengajarkan SEFT pada murid yang memiliki gangguan emosi (bandel, malas dsb).
  • Pelajar dan mahasiswa dapat menggunakan SEFT untuk meningkatkan prestasi belajarnya dengan mengontrol emosi (malas, tidak bisa konsentrasi, nervous saat ujian dsb) dan juga saat ia mempelajari pelajaran yang dibencinya atau menghadapai guru yang killer.
 

Organisasi (Manajemen Konflik, Team Work and Leadership)
Menjadi pemimpin menuntut kecerdasan emosi yang tinggi dan keterampilan dalam berorganisasi seperti manajemen konflik, kerjasama tim dan kepemimpinan. SEFT ikut berperan dalam
  • Mengendalikan emosi negative yang sering kali muncul saat timbul konflik (marah, kecewa, dendam, pesimis dsb)
  • Dalam bekerja kelompik atau tim, SEFT digunakan untuk mengeliminasi sikap defensive, mementingkan diri sendiri, tidak berempati, scarcity mentality, sulit mengerti perasaan orang lain dsb
  • Dalam kepemimpinan, SEFT bermanfaat sebagai alat yang efektif untuk memimpin diri sendiri (dengan mengenali kemampuan dan mengendalikan emosi pribadi) dan memimpin orang lain (keterampilan mengenali dan mengendalikan perasaan orang yang dipimpin).
 

Bisnis (Entrepreneurship, Sales and Peak Performance)
Kunci dalam berbisnis adalah Peak Performance (Kinerja unggul) seperti prestasi penjualan yang mengesankan, tingkat produksi yang tinggi, ide kreatif dan inovatif, budaya kerja yang efisien dsb.
Dalam hal ini SEFT dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang seringklai menghambat kinerja pebisnis, Contohnya :
  • Takut gagal atau takut sukses
  • Kesulitan dalam, menyusun target atau dalam mengeksekusinya
  • Takut berbicara didepan public
  • Takut ditolak
  • Bekerja di dunia sales atau network marketing
  • Cemas menjalang negoisasi atau bertemu prospek
  • Malas atau enggan (tidak termotivasi)
  • dsb
 

Olahraga dan Seni (Mental Juara)
Salah satu factor penentu kesuksesan seorang olahragawan dan seniman adalah bagaimana dia dapat menunjukan peak performance dibawah tekanan (ketika bertanding atau melakiukan pertunjukan didepan penonton yang menuntut performance terbaik). Masalah ini dapat diselesaikan dengan SEFT seperti :
  • Performance Anxiety (demam panggung atau cemas bertanding)
  • Sulit berkonsentrasi
  • Tidak termotivasi untuk menjalani rutinitas latihan yang membosankan
  • Takut gagal atau sulit bangkit dari kegagalan
  • Dsb